Seputar Cerita Horor Hantu Itu Ada "Si Pencemburu"
Namanya adalah Sammy. Jika dilihat sepintas, kamu tidak akan menemukan sesuatu yang istimewa darinya. Bahkan kamu mungkin ingin memalingkan pandanganmu. Sebab siswa kelas 2 SMU itu benar - benar bersahaja secara fisik. Perawakannya kecil, tinggi tubuhnya tidak semampai, punggungnya bungkuk, dan kulihat kulitnya pucat. Walau begitu, ia menjadi musuh semua murid di sekolahnya, terutama bagi mereka yang memiliki pasangan. Penyebabnya tidak lain adalah karena sifat pencemburunya karena terlalu berlebihan.
Pada awalnya Sammy adalah remaja biasa yang belum tertarik dengan lawan jenis hingga akhir kelas 1 SMU. Pada awal duduknya ia di kelas 2, ia tertarik dengan salah satu siswi di kelasnya yang bernama Natali. Layaknya seorang remaja yang jatuh cinta pertama kali, ia terus memperhatikan dan memikirkan siswi itu. Tetapi Sammy sangat pemalu, bahkan ia selalu menghindari kontak mata dengannya dan salah tingkah di hadapannya. Meskipun demikian, Sammy terus berusaha mendekati Natali hingga suatu saat ia memberanikan diri mengirim SMS yang berisi ungkapan hatinya ke ponsel sang siswi. Pemuda itu berharap mendapat jawaban yang ia inginkan.
Namun apa yang ia dapatkan benar - benar di luar dugaannya. Alih - alih membalas cinta Sammy, Natali justru mempermalukan dirinya di depan teman - teman sekelasnya. Siswi itu tidak serta merta membalas SMS Sammy, melainkan menyebarkannya ke semua ponsel teman - temannya, termasuk di situs jejaring sosial. Ejekan, hinaan dan tertawaan menghujam diri pemuda itu pada ke esokan harinya. Sammy tak menyangka Natali akan berbuat seperti itu pada dirinya dan lebih dari itu, ia juga ternyata sudah punya pacar yang jauh lebih tampan dan bertubuh atletis, seorang pemain basket yang bernama Rama, dan ia sengaja datang ke kelas Sammy hanya untuk menghinanya. Tak sekedar patah hati, ia merasa kecewa, patah hati dan bahkan jijik. Gadis pujaan hatinya telah berhianat padanya. Pemuda itu pun meninggalkan kelas sambil menangis dan tidak hadir pula di sekolah selama seminggu.
Sejak kejadian itu ia menjadi benci terhadap semua orang yang pacaran. Setiap pasangan yang ia temui selalu di teriakinya dengan kata - kata kasar dan kotor. Ia pun sering menghasut mereka dengan mengatakan fitnah. Bukan hanya teman - teman sekolahannya, ia juga membenci pasangan selebritis yang di paparkan di televisi. Tak jarang pemuda itu mendapat ganjaran akibat perbuatannya, dan hingga akhir semester ke tiga, Sammy benar - benar terisolasi. Tak ada seorang pun yang mau berteman dengannya.
*******************
Pada suatu hari di semester empat, sebuah pertandingan basket antar SMU di gelar di gedung olahraga sekolah Sammy. Dalam partai final tersebut, tim sekolahnya yang berhasil melaju hingga final berlaga di pertandingan penentuan ini. Tentu saja Rama, sang kartu as tim bermain dengan performa maksimalnya dan disaksikan oleh Natali yang selalu mendukungnya dari tribun.
Di hari itu, kegiatan belajar mengajar di tiadakan. Para siswa diwajibkan menonton dan mendukung tim basket sekolah nya sebagai pengganti kehadiran. Hal itu memaksa Sammy untuk menonton meski ia merasa keberatan. Pemuda yang duduk sendiri di tribun timur itu sama sekali tidak menikmati pertandingan, melainkan gelisah dan kesal. Ketika teman - teman yang lain bersorak ketika setiap kali Rama mencetak angka, ia malah mengutuknya dalam hati. Betapa besar kebencian padanya sampai ia menginginkan dirinya mati, tetapi tak bisq berbuat apa - apa selain menyimpannya dalam hati. Di lain pihak, ia tak bisa berbuat sama pada Natali. Ia sadar, gadis itulah yang paling menyakiti hatinya, namun hati kecilnya itu menolak untuk membenci dirinya. Sammy masih mencintainya.
Pertandingan mendekati puncak. Rama terus menerus menebar decak kagum penonton dengan aksinya yang gemilang hingga membawa tim nya menuju kemenangan mutlak. Dibangku penonton, Sammy semakin geram hingga tak sadar menggigit bibirnya hingga berdarah. Saat itulah ia bertemu dengan seorang gadis misterius yang entah sejak kapan duduk di sampingnya.
Gadis itu sangat cantik dan anggun dengan kulit putih dan rambut hitam panjang berkilau. Ia sepertinya bukan salah satu siswi sekolah Sammy karena tidak mengenakan seragam sekolah. Namun yang paling mengejutkan pemuda itu adalah ketika sang gadis seolah mengetahui betapa dirinya ingin Rama mati dan ia menawarkan diri untuk membunuhnya.
Diliputi rasa heran, Sammy tak lantas mempercayai ucapan gadis itu. Ia pun ragu - ragu untuk menjawab pertanyaannya mengenai keinginan untuk membunuh Rama. Gadis itu dapat membaca reaksi sang pemuda yang belum percaya padanya. Ia pun menantangnya untuk menguji dirinya sendiri dengan menunjuk siapapun yang pemuda itu inginkan mati. Siapapun dan dimanapun ia berada.
Tertarik dengan janjinya, Sammy pun mulai terpancing dengan rasa penasaran. Pemuda itu pun menyebutkan nama tetapi bukan Rama, melainkan seorang aktor selebritis terkenal yang dikabarkan sedang berhubungan dengan artis yang ia senangi dan ia tidak suka dengan hubungan tersebut.
Setelah mendengar namanya, gadis itu kemudian menanyakan bagian tubuh mana yang Sammy inginkan. Pemuda itu tidak mengerti untuk apa bagian tubuh itu, namun sang gadis beralasan hanya untuk bukti bahwa ia telah melakukannya. Dengan sedikit keraguan Sammy hanya meminta rambutnya. Gadis itu kemudian bangkit meninggalkan sang pemuda setelah sebelumnya mengatakan dirinya bernama Nadia dan memintanya untuk bertemu kembali di belakang GOR esok hari.
Malam harinya, Sammy mendapat berita terbunuhnya selebritis yang ia sebutkan namanya pada Nadia, dengan mengenaskan oleh pelaku yang belum tertangkap dan terodentifikasi. Ia terkejut dan bertanya - tanya apakah gadis itu yang melakukannya? Jika benar, maka mungkin dialah orang yang dibutuhkan oleh pemuda itu.
*****************
Ke esokan sorenya, Sammy menemui Nadia di tempat dan waktu yang sama seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Disana ia menemukan gadis itu telah menunggunya. Ia kemudian menyodorkan sebuah kotak kepada pemuda itu. Sebuah kotak bukti bahwa Nadia telah melaksanakan tugasnya. Sammy terkejut bukan main saat membuka dan menemukan isinya adalah rambut, bukan sehelai atau dua helai melainkan seluruh rambut sang korban beserta kulit kepalanya yang masih bercucuran darah segar. Saking kaget dan jijiknya hingga potongan tubuh itu jatuh ke tanah, namun diterima atau tidaknya barang bukti itu bukanlah persoalan bagi Nadia.
Sammy hampir tak percaya Nadia benar - benar membunuh sang selebritis, namun ia tak bisa memungkiri bukti di hadapannya. Entah potongan kulit kepala itu asli atau bukan, pemuda itu tetap yakin kalo dia yang melakukannya. Saat di tanya bagaimana cara ia melakukannya, Nadia tidak mau menjawab.
Gadis itu kemudian mengatakan bahwa dirinya tak akan mudah ditemukan apabila seseorang melaporkannya pada polisi, jadi tak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Namun ia menambahkan dua hal yang menjadi syarat untuk Sammy. Hal pertama adalah Nadia hanya bisa membunuh satu orang dalam satu hari. Kedua, pemuda itu tidak boleh jatuh cinta padanya. Sammy bisa menerima syarat pertama namun mempertanyakan syarat kedua. Nadia beralasan seperti itu hanya untuk keselamatan pemuda itu. Apabila ia jatuh cinta padanya, dia akan terbunuh. Gadis itu tak mau menjelaskan lebih lanjut.
Pada akhirnya Sammy menerima syarat itu dan saat Nadia menawarkan jasanya, ia telah siap dengan nama lain.
*******************
Hari - hari berikutnya, media massa dijejali dengan berita terbunuhnya orang - orang terkenal secara mengenaskan dan misterius. Selebriti - selebriti yang menjadi korban kesemuanya adalah lelaki - lelaki yang dikabarkan sedang menjalin hubungan asmara dengan artis - artis cantik. Anehnya, polisi belum juga menemukan tersangka yang melakukan perbuatan itu, namun seorang saksi mengatakan ia pernah melihat seorang wanita membuntuti salah satu korban tetapi tak pernah jelas bagaimana wajah maupun identitasnya.
Berita - berita tersebut langsung berpengaruh pada masyarakat. Mereka yang sedang berpacaran merasa resah akibat terornya "Pembunuh Pacar", sehingga menjadi jarak pembatasan antara satu sama lain. Beberapa bahkan menutupi hubungan mereka atau memalsukan status mereka agar tidak diketahui oleh sang pembunuh. Meski demikian, orang yang tertawa di balik semua ini adalah Sammy. Betapa senangnya ia mendengar berita putusnya hubungan pasangan selebritis, melihat orang berjalan sendiri - sendiri, dan melihat orang kesepian. Ia merasa puas menyaksikan orang merasakan hal yang sama dengan yang dialaminya selama ini. Walau begitu, ia masih memiliki tujuan akhir yang belum tercapai, yaitu mendapatkan Natali, dan ia sudah punya rencana untuk itu.
Seminggu setelah menyeruakkan kasus mosterius itu, tak ada lagi kasus pembunuhan yang terjadi. Masyarakat menganggap "Pembunuh Pacar", bukan lagi ancaman dan mereka bukan lagi ancaman dan mereka kembali ke pasangan nya masing - masing meski beberapa orang masih menganggap. Saat itulah Sammy kembali menemui Nadia di tempat biasa. Kali ini, ia menyodorkan nama yang telah berada dalam benaknya sejak awal, yaitu Rama dan anggota tubuh yang di inginkannya adalah hati.
Untuk yang kesekian kalinya, Nadia melaksanakan tugasnya dengan baik. Pada ke esokan hari, sekolah gempar atas berita terbunuhnya sang pahlawan basket sekolah di rumahnya. Kejadian ini membuat shock semua sahabatnya, terutama para siswi penggemarnya dan tentu saja Natali. Diantara mereka siswi itu yang terpukul paling berat, bahkan sempat pinsan saat pertama kali mendengar berita tersebut. Di sisi lain, Sammy bagaikan di atas angin. Ia gembira, tertawa terbahak - bahak sambil meremas - remas hati Rama yang diberikan Nadia. Betapa senangnya ia karena musuh yang selama ini membakar hatinya kini telah tiada dan ia sekarang ia tengah meremukkan organ tubuhnya. Sekarang yang ia inginkan adalah merebut kembali Natali dan itu membutuhkan waktu yang tepat.
Pemuda itu sangat berterima kasih kepada Nadia. Mungkin itu adalah permintaan terakhirnya pada gadis itu, namun tak menutup kemungkinan ia akan menemuinya kembali suatu saat nanti. Gadis itu menanggapinya secara dingin. Bagaimanapun ia akan tetap berada di belakang GOR itu jika Sammy membutuhkan. Namun untuk saat ini, mereka mengucapkan salam perpisahan.
****************
Beberapa hari telah berlalu sejak kematian Rama, tetapi awan duka masih belum berlalu dari hati Natali. Setiap hari ia semakin murung, pendiam jarang tersenyum. Ia masih terpukul dengan kematian orang yang sangat dicintainya itu. Teman - temannya berusaha menghibur siswi itu tapi belum juga berhasil. Mereka khawatir Natali akan kehilangan seluruh keceriaannya.
Disaat yang sama, Sammy melihat situasi seperti ini bagaikan peluang. Pada suatu kesempatan, ia berhasil berduaan dengan Natali karena tugas sekolah. Tak seperti dirinya yang dulu, pemuda itu kini lebih berani melakukan pendekatan pada Natali. Segala ucapan - ucapan manis dan motivasi ia luncurkan pada siswi itu sampai berujung pada permintaan untuk menjadi pacarnya. Ternuata semua berjalan melebihi dugaan nya. Natali dengan mudahnya menyetujui permintaan Sammy tanpa keberatan sama sekali.
Sejak hari itu, Natali dan Sammy resmi berpacaran. Ia bahagia karena apa yang di inginkannya sejak dulu akhirnya tetwujud. Sekarang yang ia inginkan adalah kebahagiaan siswi itu. Keberadaan pasangan itu di sambut reaksi dingin oleh teman - temannya. Tidak seperti saat bersama Rama, mereka menilai Sammy adalah seorang lelaki licik yang memanfaatkan keadaan. Kendati demikian, pemuda itu berusaha untuk mengabaikan nya. Statusnya yang saat ini lebih penting.
Sementara itu keadaan sebaliknya justru dialami oleh Natali. Mendapatkan kekasih baru tidak juga mengembalikan kebahagiaan nya. Ia masih murung dan depresi. Sammy terus berusaha menghiburnya tetapi tetap tidak juga membuahkan hasil. Bayang - bayang Rama masih belum lepas dari diri siswi itu. Bahkan pemuda itu bisa menilai bahwa senyum yang terbuka dari wajahnya adalah palsu.
Berpacaran dengan Natali tidak berjalan sesuai dengan yang Sammy harapkan. Setiap harinya malah selalu saja diliputi dengan kebosanan. Pemuda itu kehabisan akan untuk membuat hubungan mereka itu menyenangkan. Siswi itu pun juga tidak menunjukan tanda - tanda kebahagiaan. Ketika semua harapan tak bersisa, hubungan mereka berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Sammy sangat kecewa dan menyesal. Ia pun gelisah, uring - uringan dan mulai menyalahkan diri sendiri. Akibat sikapnya itu, ia semakin kesepian dan bahkan depresi. Pada akhirnya ia berjalan kembali lewat belakang menuju gedung olahraga. Nadia masih disana, sesuai dengan janjinya bahwa akan selalu ada jika pemuda itu membutuhkannya.
Hal yang ditanyakan gadis itu saat pertama kali berjumpa setelah sekian lama adalah siapa yang akan di bunuh selanjutnya, tetapi Sammy malah tidak datang untuk hal itu. Ia datang karena kesepian dan ke galauan. Pemuda itu hanya menginginkan seseorang yang menemaninya dan mau mendengar keluh kisahnya. Nadia yang memiliki kepribadian misterius bersedia mendengar curahan hati Sammy yang entah bagaimana berujung pada permintaan si pemuda itu untuk menjadi kekasihnya.
Nadia sedikit terkejut. Gadis itu mengingatkan resiko apa yang akan menimpa Sammy apabila ia jatuh cinta padanya, tapi pemuda itu tampak tidak peduli. Ia mengatakan dirinya lebih baik mati daripada harus hidup dengan kesepian. Kendati dirinya yang membuat peringatan tersebut, gadis itu ternyata menerima permintaan Sammy. Persyaratan kedua sudah di langgar pada hari itu.
******************
Berpacaran dengan Nadia membuka mata Sammy akan sosok sebenarnya dari gadis itu. Jauh berbeda dengan kepribadian dingin dan misterius saat sebelum berhubungan. Nadia menunjukan sifat ceria, suportif, optimis dan hangat. Sebuah kepribadian pasangan yang selama ini didambakan oleh Sammy. Hampir tak dapat dipercaya bahwa gadis itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Pemuda itu menyayangkan kenapa tidak sedari dulu ia berhubungan dengannya.
Bersama Nadia, hari - hari Sammy menyenangkan. Tak ada lagi kesepian dan depresi. Tak ada lagi ada rasa cemburu, dendam dan iri. Gadis itu bagai membersihkan seluruh noda di hati pemuda itu. Bahkan ia tak lagi minder dengan keadaan fisiknya, karena sekarang telah menjadi bahan perbincangan teman - teman sekolah nya. Sammy merasa telah menemukan kebahagiaan sejati dan tak ingin kebahagiaan itu berakhir. Namun sekali lagi, semua tak berjalan sesuai harapannya.
Waktu berlalu tanpa terasa hingga tibalah hari terakhir untuk Sammy duduk dibangku kelas 2. Hasil ujian semester menunjukan seluruh siswa memuaskan. Semua naik kelas terkecuali dengan Natali. Ia berada di dasar jurang depresinya tepat saat hasil ujian di umumkan. Terlebih lagi ia sudah tidak mempunyai pondasi yang kuat untuk tetap hidup. Natali tewas gantung diri di hari pembagian raport.
Tak ada seorang siswa pun yang merasa gembira di hari kenaikan kelas. Awan duka kembali menyelimuti mereka. Sammy pun merasakan hal yang sama, namun tidak se depresi sebelumnya karena ia telah menemukan penyegar hatinya. Nadia yang selalu menghidupkan kembali semangat pemuda itu.
Hari itu, Sammy bergegas meninggalkan sekolah untuk menemui Nadia di tempat biasa mereka bertemu, namun sesampainya disana, ia tidak menemukan nya. Pemuda itu mencoba menghubungi kekasihnya. Belum sempat ia memutar nomornya, sebuah SMS masuk dan kebetulan di kirim oleh Nadia. Pesan itu berisi permintaan untuk menemuinya di gedung olahraga nanti malam. Sammy menjadi penasaran setelah membacanya. Kejutan apa yang akan diberikan olehnya nanti? Sayangnya ia tak bisa mencari tahu sekarang. Tidak mungkin masuk ke dalam di siang hari karena pintunya di kunci. Ia harus bersabar menunggu nanti malam.
Selepas maghrib, Sammy bergegas kembali ke gedung olahraga. Ia tak sabar untuk segera menemui kekasihnya. Disana ia mendapati pintu gedung tak terkunci. Nadia pasti sudah di dalam. Tanpa keraguan pemuda itu masuk ke dalamnya.
Suasana didalam gedung cukup gelap. Lampu plafon tidak dinyalakan dan penerangan hanya berasal dari sinar bulan yang masuk melalui jendela atap. Saat Sammy memanggil Nadia, suaranya menggema ke seluruh penjuru ruangan dan gadis itu menyambutnya.
Nadia berada di tengah lapangan bulu tangkis, berdiri sendirian dibawah sinar bulan. Ekspresinya datar seperti ketika pertama kali bertemu. Sammy heran dengan dia. Saat ia datang menghampiri, tiba - tiba langkahnya terhenti. Seseorang menahan tubuhnya sangat kuat hingga ia tak bisa bergerak. Ketika ia menoleh, ia menemukan orang yang menahannya itu adalah seorang gadis yang sangat mirip dengan Nadia. Betul - betul sama persis, bahkan Sammy tak bisa membedakannya dengan Nadia asli yang berdiri di hadapannya. Gadis yang mirip dengan kekasihnya itu kemudian mengucapkan sesuatu.
"Aku ingin telingamu!"
Segera setelahnya, ia menarik daun telinga Sammy sekuat tenaga hingga terputus. Darah segar mengalir deras, pemuda itu menjerit kesakitan dan menghempaskan diri. Sambil memegang rongga telinganya, ia menengok ke Nadia asli dan bertanya apa yang terjadi, namun ia tidak menjawab terlebih hanya berdiri diam.
Belum hilang rasa sakitnya itu, pemuda itu melihat Nadia yang lain lagi dan ia mencengkram mata kanan Sammy.
"Aku ingin matamu!", dan pada akhirnya bola mata itu tercabut dari rongganya.
Darah segar semakin deras mengalir menyembur. Sammy merasakan sakit yang amat sakit. Ia berguling - guling membanjiri lapangan dengan darah sambil menjerit kesakitan dan meminta tolong. Naas baginya, ketika lebih banyak lagi Nadia yang mengerubunginya. Mereka masing - masing memegang organ tubuh yang berbeda. Mengucapkan bagian - bagian yang di inginkan sebelum mencabutnya dengan paksa.
Nadia yang asli tetap berdiri dengan kaku serta di iringi ekspresi dingin menyaksikan tubuh Sammy di koyak - koyak oleh kerubunan Nadia. Hingga lewat tengah malam tek terdengar lagi jerit kesakitan. Semua Nadia telah mendapatkan bagian yang di inginkan dan pergi meninggalkan tubuh Sammy yang hanya tersisa gundukan daging yang tak di inginkan.
"Sudah kubilang kamu tak boleh jatuh cinta padaku!", demikian pesan terakhirnya sebelum pergi meninggalkan gedung olahraga itu.
Comments
Post a Comment